Share

Pelayanan kesehatan ibu di fasilitas kesehatan dasar dan rujukan

Authors:
MoH Indonesia/WHO/POGI/HOGSI/PB IBI

Publication details

Editors: Prof.dr. Endy M. Moegni, SpOG(K) & Dr.dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K) (HOGSI-POGI)
Number of pages: 346
Publication date: 2013
Languages: Indonesia
ISBN: 9766022352655

Downloads

Overview

Tujuan penyusunan Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan adalah untuk memberikan rekomendasi tatalaksana kehamilan, persalinan, dan nifas, baik yang normal maupun yang disertai komplikasi atau kondisi medis lain. Buku ini ditujukan terutama bagi dokter dan bidan yang bekerja di fasilitas kesehatan dasar dan rumah sakit rujukan, khususnya Puskesmas PONED dan RS PONEK. Buku ini dikembangkan sebagai petunjuk praktis dan ringkas berdasarkan standar-standar dan bahan-bahan pelatihan yang berlaku nasional maupun internasional. Karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam praktik sehari-hari guna mencegah kesakitan dan kematian ibu dan bayi di Indonesia. Namun demikian, buku ini tidak didesain untuk digunakan secara langsung. Buku ini merupakan panduan yang bersifat umum sehingga pengguna buku ini juga perlu memperhatikan kondisi klinis pasien, kebutuhan, serta sumber daya lokal yang kadang memerlukan tatalaksana yang berbeda dari yang sudah tertera di dalam buku ini. Pengguna buku ini juga diingatkan untuk senantiasa memperhatikan peraturan mengenai kewenangan profesi dan kompetensinya (misalnya Permenkes No. 1464/Menkes/Per/X/2010 yang Pandumengatur praktik bidan atau Standar Kompetensi Dokter Indonesia yang menjelaskan kompetensi dokter) dalam menjalankan panduan klinis yang ada di buku ini. Setiap tindakan atau prosedur klinis yang tertera di dalam buku ini harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi fasilitas kesehatan dan ketersediaan perlengkapan serta sumber daya untuk mengatasi komplikasi prosedur yang mungkin timbul. Pengguna buku ini dianjurkan untuk mempertimbangkan perlunya konsultasi atau rujukan ke tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan yang lebih kompeten apabila menemukan kasus yang tidak dapat ditangani sendiri.